Sunday, July 1, 2018

Harga Sayuran MAsih Tinggi



Pasca Lebaran Harga Timun Dan Kacang Masih Tinggi


Seminggu sudah Hari Raya Idul Fitri 1439 H terlewati. Namun hingga kini harga sayur-mayur di Pasar Klender, Kabupaten Trenggalek, masih juga mahal. Seperti mentimun dan kacang masih mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional. “Yang masih naik itu timun, dari Rp7.000 jadi Rp15.000 per kilo. Kalau kacang, dari Rp10.000 jadi Rp20.000 per kilo,” kata pedagang sayur di Pasar Klender, Agus (24), kemarin.

Tidak hanya itu, beberapa jenis sayur-mayur pun masih ada yang sama dengan harga sebelum lebaran. Di antaranya cabai keriting merah di harga Rp25.000 per kilo, cabai rawit setan se­besar Rp30.000 per kilo, bawang putih Rp38.000 per kilo serta bawang putih jenis kating Rp60.000 per kilo. “Kalau dibilang normal sudah sejak Senin. Tapi yang namanya sayuran tidak menentu dan tidak bisa ditebak. Sebab, harga hari ini dan besok bisa berbeda, entah faktor cuaca atau gagal panen,” ujarnya. ­

Jona Sijabat (Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Trenggalek) menjelaskan, kenaikan harga sayur-mayur lebaran tahun ini sebenarnya ber­beda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu bisa mencapai 20 hingga 30 persen dan tahun ini harga normal seperti biasanya. Untuk kapannya harga pasar normal dari harga lebaran, pihaknya belum bisa memastikan. “Memang puncaknya kenaikan terjadi kemarin-kemarin karena mau Lebaran.

Namun jika ada oknum pe­dagang yang berani menaikkan harga tidak sesuai harga pasaran, tentu pihaknya akan menindak tegas. “Kita lihat dulu karena apa kenaikan itu, yang kita tahu kemarin stok tidak ada masalah. Kalau naik sendiri tentu akan kita tindaklanjuti,” tutupnya.